Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Sunday, March 29, 2020

Traveler Season 2

Yass, acara Traveler balik lagi. Setelah sebelumnya di season 1 kita menonton perjalanan Ryu Jun Yeol dan Lee Je Hoon berkelana di Cuba (bagus banget!!!). Seru banget melihat mereka berdua traveling di suatu negara yang mereka bahkan gak bisa bahasanya. Cuma modal kamus sama berani-berani ngomong aja. Beberapa kali dapat penginepan yang zonk, balada nyari wifi, ngantri kartu perdana berjam-jam, dan yang paling kocak adalah traveling sendiri-sendiri lalu janjian di alun-alun tapi gak kunjung ketemu-ketemu.

Di season 2 kali ini, Traveler mengajak Kang Ha Neul (yes), Ahn Jae Hong (yes), dan Ong Seong Wu (gak kenal, tapi jelas ganteng). The more the merrier! Di Traveler season 2 ini mereka bertiga dapat kesempatan untuk mengunjungi negara Argentina! Lagi-lagi gak ada juga yang bisa bahasa daerah setempat, bahasa Inggris pas-pasan, tapi nyatanya modal satu dua kata bisa tuh membawa mereka untuk ke penginapan dan juga tempat wisata di berbagai kota di Argentina.

Acara-acara traveling seperti ini selalu jadi acara tv favorit gw. (Indonesia needs more show likes MTMA!!!) Seru aja lihat orang-orang jalan-jalan ke tempat baru terutama ke tempat-tempat yang bukan biasa turis kunjungi sambil melihat kehidupan warga lokal di sana. What is better than the last season? Penginapan di Argentina secara garis besar lebih bagus dan bersih yah. Kalau di Cuba sepertinya kebanyakan model homestay / wisma, sedangkan di Argentina mereka bisa menginap di hotel.

Kalau soal makanan kayaknya variatif yah. Di season 2 ini, 2 episode pertama saja mereka makan steak terus dan daging-daging yang wow bikin ngeces. Sayangnya di acara Traveler ini mereka gak kasih keterangan nama tempat, alamat, dan harga makanan yang mereka pesan secara detail. Yang jelas tiap kali adegan makan, pasti bikin ngiler, apalagi 3 orang ini terutama Kang Ha Neul bawel dan ekspresif banget. Kocak. Dan....sepertinya kemana pun orang Korea pergi, selalu aja mereka makan kimchi, entah bawa sendiri, entah beli di sana, entah gimana ada juga yang ngasih mereka.

Tempat wisata dan kegiatan yang mereka lakukan di season 2 lebih seperti turis normalnya sih. Mereka pergi skydiving yang pasti gak murah, city tour, Iguaza waterfall (mesmerizing!), gletser di bawah kaki Pegunungan Andes (lebih wow lagi macam CG), dan masih banyak lagi (karena di VIU baru sampai episode 6 saat tulisan ini dibuat).



Cast yang dipilih untuk season 2 sangat memuaskan (in my opinion). Selain ganteng, mereka juga punya kepribadian yang beda-beda jadinya kocak liatnya pas digabung jadi satu. Kang Ha Neul yang wujudnya seperti laki-laki ganteng bersahaja tapi aslinya koplak. Ideal type of husband wkwkkw. Not really fashionable waktu jalan-jalan, cuma pake kaos kayak kaos rumah, celana kayak celana rumah, asal campur aja yang penting nyaman. Uda gitu kerjanya cengengesan mulu. Ahn Jae Hong, yang keliatan paling dewasa dan kayak ngayomin adek-adeknya di sini. Kesannya kayak orang yang kaku dan gak mau nyoba hal-hal ekstrim, tapi ternyata gak begitu. Tampak paling fashionable juga entah kenapa. Ideal type of older brother. Ong Seong Wu (oh ternyata dia idol, dari grup Wanna One - tapi udah bubar...yah) adalah cast yang paling muda. Doi bawa kamera kemana-mana dan suka foto-foto, sangat ingin skydiving (akhirnya terwujud), orangnya kesannya pendiem tapi ternyata gak juga. Dia mau aja diajak main-main dan banyol-banyolan sama dua orang cast lain yang lebih tua dari dia. Ideal type of younger brother.

Sudah mulai penasaran kah? Ayo-ayo mumpung lagi masa karantina begini, untuk menjaga pikiran tetap waras, mendingan nonton acara Traveler Season 2 ini. Badan kita boleh terpenjara di rumah, tapi mata dan pikiran bisa berkelana ke Argentina bersama para jejaka!

Wednesday, March 6, 2019

Nikmatnya Pantai Double Six

Berkunjung ke Bali rasanya tidak afdol kalau belum mengunjungi pantai. Tidak perlu membayar lebih untuk bisa menikmati halusnya pasir, hembusan angin pantai, dan deburan ombak. Pantai Double Six di daerah Seminyak patut Anda kunjungi di sore hari menjelang matahari terbenam. Pantai yang sudah naik daun sejak bertahun-tahun yang lalu. Pantai ini mulai ramai dimulai dari restoran yang menebar sofa-sofa berwarna-warni untuk pelanggannya yang mau menikmati makanan dan minuman sambil menonton sunset.
Kalau budget terbatas? Tetap bisa kok mampir ke pantai ini karena akses Pantai Double Six memang terbuka untuk umum. Apa yang bisa menjadi daya tarik dari pantai ini? Selain pemandangan matahari terbenam, Anda bisa juga menyaksikan atau malah bermain-main dengan banyak anjing di Pantai Double Six. Ya, setiap sore banyak sekali penduduk lokal yang membawa anjing-anjing peliharaannya untuk bermain di pantai ini. Kalau takut sama anjing? Ya sudah jaga jarak saja, toh ini pantai bukan punya manusia saja kan yah. Saya rasa bulan-bulan terbaik untuk mengunjungi pantai ini adalah mulai bulan April hingga Agustus nanti, pokoknya sebelum musim penghujan datang.
Paling enak datang ke sini dengan mengendarai motor. Jalanan di seputaran seminyak relatif kecil dan akan menjadi sangat macet di kala musim liburan tiba. Pantai Double Six paling mudah diakses dari arah hotel Horison atau bisa juga dari sisi satunya lagi (lupa patokannya). Anda bisa parkir motor atau kendaraan di ujung-ujung jalan untuk kemudian berjalan kaki menyusuri pantai. Di pantai Double Six mungkin Anda sulit menemukan penjaja kelapa muda, kalau mau minum ya mau tak mau masuk ke dalam restoran-restoran yang ada di tepi pantai. Kebanyakan penjual di sini menjajakan kain, jasa tato temporary, mainan-mainan pesawat atau baling-baling yang menyala, atau bisa saja musiman, yah tergantung apa yang lagi trend hahaha. Oh ya hati-hati kalau mau berenang di sini yah, sepertinya tidak ada life guard layaknya di Pantai Kuta. Lagipula ombaknya besar sekali kalau menjelang sore hari.
Yuk lah mari mampir ke Pantai Double Six, untuk sekedar melepas penat atau menghabiskan momen dengan orang-orang terkasih. 

Wednesday, July 11, 2018

Juli di Pantai Liang Ambon

Minggu lalu saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Ambon. Ngapain sih ke Ambon? Jawabannya satu: ketemu teman. Iya momen kayak gini susah nyarinya jaman sekarang. Masing-masing orang sudah pada sibuk kerja dan untuk cari waktu liburan aja mesti janjian jauh-jauh hari, itu pun ujung-ujungnya seringan batal. Oh ya, teman saya Celia namanya. Teman yang saya kenal dari tahun 2008, tapi baru tahun 2018 ini saya berkunjung ke kampung halamannya. Dulu saya ingat seringkali dia mengajak kami-kami ini untuk datang ke sana, tapi berhubung tiketnya mahal dan jaman kuliah dulu masih minta duit ke bokap nyokap jadi gak enak deh haha. Nah, berhubung sekarang sudah punya pendapatan sendiri, jadinya suka-suka deh mau duitnya mau dipake buat apa. 

Hari kedua saya di Ambon, setelah hari pertama hanya meratapi hujan yang gak reda-reda sepanjang hari, Celia ngajak saya untuk jalan-jalan walaupun hari itu mendung dan gerimis. Tujuan saat itu adalah ke Pantai Liang - Air Terjun Waai - Pantai Natsepa. Sebelum jalan-jalan ke suatu tempat, sudah menjadi kebiasan saya untuk browsing-browsing dulu tempatnya ini akan seperti apa. Selain itu saya buka juga Instagram untuk lihat recent posts dari orang-orang yang ke sana. Yang saya tahu, Pantai Liang ini terkenal dengan beningnya dan birunya, tapi tergantung kondisi karena gelombangnya bisa tinggi dan air jadi gak bening. Ya, saya jadi harap-harap cemas karena kemarin sudah hujan seharian ditambah pagi itu gerimis lagi. 
Sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Ambon, melewati jalan yang sudah aspal semua dan lebar-lebar dengan pembatas jalan (bangga gw), kami tiba di objek wisata Pantai Liang. Mayoritas tempat wisata di Ambon sudah dikelola baik oleh pemerintah maupun masyarakat lokal. Jadinya setiap masuk bayar karcis deh. Gak mahal kok. Harga perorang berkisar 2 ribu - 20 ribu. Untuk kendaraan 5 ribu - 20 ribu juga. Di setiap tempat wisata sudah dibuatkan gerbang masuk, tempat parkir, wc/ kamar mandi, bangku dan bale-bale untuk duduk. Pokoknya sudah tourist friendly deh. Baru buka pintu mobil, tiba-tiba gerimis yang tadi sudah berhenti mulai turun lagi. Tapi sudah kepalang tanggung, harus turun, harus liat-liat, dan foto-foto sedikit lah. Wah, ternyata lautnya lagi lumayan bergelombang dan pasang. Airnya gimana?? Ternyata tetap bening teman-teman! Bayangin itu lagi musim hujan, mendung dan lagi gerimis pula saat itu, tapi saya tetep bisa liat gradasi warna biru lautnya dan saat naik ke dermaga saya bisa lihat bagian dasarnya. Pasir di Pantai Liang warnanya putih, walaupun tidak halus-halus sekali. Rasanya kalau ombak benar-benar tenang, kita bisa berenang-berenang di tepiannya yang dangkal. Satu dua kali ada kapal-kapal penumpang dan kapal barang yang melintas, yang menjadi pemandangan yang menarik untuk difoto. Ada pula dermaga kayu yang tentunya menjadi tempat foto yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Pantai Liang. Hati-hati saja karena ada beberapa bagian yang sudah rapuh, salah-salah nanti kamera/ hp atau bahkan Anda sendiri yang nyemplung ke laut hahahaha. Saat foto-foto di dermaga, gerimis mulai berhenti. Sambil duduk-duduk kita bisa menikmati dasar laut yang jernih sekali. Banyak ikannya! Dari mulai ikan kecil-kecil sampai beberapa ikan hias ukuran sedang terkadang melintas di antara kaki dermaga. Suatu pemandangan yang tidak saya temukan selama kerja di Sumba. Pantai di sana indah-indah tapi hampir tidak pernah lihat ikan saat berenang. Di Ambon ini, hampir semua pantai ada ikannya (terharu gw lihatnya), termasuk di pantai-pantai yang dekat kota seperti ini. Betapa beruntungnya orang Ambon :)
Ini loh teman saya Celia. Dokter PTT di Bintuni. Keren kan?

Modal timer dslr, lari-lari di dek, dan ganjelan dari tas ransel yang miring.

Gw gak bohong kan soal beningnya? Kata orang kalau gak ada foto = hoax

Biru muda, biru tua, biru muda, biru tua begitu aja terus sejauh mata memandang.

Begitulah sedikit teaser dari saya mengenai Pantai Liang. Menurut saya pantai ini sangat cocok untuk tempat liburan bersama keluarga, teman, maupun pacar. Banyak spot foto yang menarik, selain itu banyak pohon-pohon rindang dan bale-bale untuk duduk-duduk dengan keluarga atau untuk menaruh barang. Jangan lupa untuk bawa baju berenang ya, kalau laut tenang nyemplung sudah!

Everyone leaves like that
They’re probably already far away
No one will come here
So I just wanna go back home
(Hyukoh - English translation of "Comes and Goes")