Sunday, June 26, 2011

more than enough

jadi manusia memang susah puas yah
segala yang diberikan pada kita terkadang terasa
"kayaknya bukan ini deh yang gw minta"
kita selalu maunya lebih
lebih hebat, lebih kaya, lebih cakep, dan lain sebagainya

tapi capek gak sih kadang-kadang?
untuk apa sih semua yang lebih-lebih itu?
kadang suka kepikiran juga sih
buat apa tabungan bermilyar-milyar
tapi masih aja cari 1 m 2 m lagi
padahal yang tabungan itu aja gak dipake-pake (contohnya jauh bener)
mmm...gak ada salahnya juga sih ya
kita pasti mau jadi orang yang lebih baik
tapi tidak ada salahnya juga kan
kalau mulai sekarang kita belajar untuk mensyukuri apa yang kita miliki dan tidak kita miliki saat ini?
segala yang ada pada kita sekarang adalah lebih dari cukup
Dia mungkin tidak memberi apa yang kita minta, tapi Dia selalu memberi apa yang kita butuhkan

"I believe You're more than enough for me"

Friday, June 24, 2011

demo masak

hais gw dijebak ama nyokap gw
bilangnya disuruh nganterin
dan gw akhirnya terpaksa harus melihat demo masak ini
jadi ceritanya tuh tadi kayak kumpul2 ibu2 komunitas majalah Sedap dan Saji (ya ada bapak2nya juga sih 2 orang)
gak masak yang gimana-gimana resepnya
tapi ibu-ibu ini kemudian dibagi ke dalam 10 kelompok
dan masing-masing kelompok dikasih kantong belanja yang di dalamnya tersedia bahan-bahan makanan yang berbeda masing2 kelompoknya
untuk bahan-bahan yang kurang bisa diambil di satu meja dimana ada berbagai macam bahan masakan seperti telur, cabe, kacang, garam, vetsin, dll
masakan yang dimasak tersebut kemudian disajikan sebagai makan siang kami




di akhir acara, ibu dari majalah sedap berkata, "Mungkin lain kali kita ajak juga suami-suaminya, nanti mereka yang disuruh masak dan kita-kita mengawasi saja. Kan istri-istri juga butuh dimanjakan sekali-kali."

Thursday, June 23, 2011

Tuesday, June 21, 2011

Monday, June 20, 2011

review: KJ: Music and Life


baru saja menonton film KJ: Music and Life
dan gw memutuskan, yap , gw harus menulis tentang film ini
film ini merupakan film dokumenter yang bercerita tentang seorang pianis muda bernama Ka Jeng Wong
dia berasal dari Hongkong dan dibesarkan dalam suatu keluarga yang berkecukupan

dalam film ini ada video-video hasil rekaman ketika KJ masih kecil (11 tahun) juga hasil rekaman yang sekarang (17 tahun) berupa interview2, rekaman permainan pianonya, pertandingan yang pernah diikuti, dan juga kehidupan pribadi bersama keluarga serta teman2nya.

Secara teknik permainan gak perlu diragukan lagi, memang patut diacungi jempol.
Dan menurut gw, jagonya dia main piano itu gak terlepas dari peran gurunya, yaitu Mrs. Nancy Loo
begini salah satu perkataannya yang gw catet (tentunya ini dari subtitle yah)
" Musik bukanlah sesuatu yang dilatih, apalagi sesuatu yang dihafalkan. Musik harus kita pahami, kita mengerti, baru kita mainkan."
Didikan keras dari Mrs. Loo ini yang menjadikan KJ juga seorang pemain piano yang tidak hanya hebat, melainkan memiliki pandangan yang berbeda mengenai musik itu sendiri.

Bayangin aja, waktu umur 11 tahun itu pas di interview dia bilang begini
"Hidup itu tidaklah berarti. Aku bahagia dengan hidupku ini, tapi pada akhirnya semua manusia akan mati. Hidup itu tidak sempurna. Hidup akan menjadi sempurna, apabila semua orang memahami musik. Tidak akan ada perang."
Di interview tersebut pun dia mengungkapkan bahwa dia menyimpan pertanyaan2 seperti
"Kenapa jari bisa bergerak dan bermain piano? Benarkah Adam dan Hawa ada? Kenapa manusia itu ada? Jika Tuhan itu ada, kenapa ada ketidakadilan? Aku terus mencari kebenarannya."
Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul semenjak ia belajar bermain piano.

Selain bermain piano, KJ juga mahir bermain biola dan juga menjadi konduktor.
Ia seorang yang sangat percaya diri, tak segan memarahi teman2 satu timnya (bahkan kakak dan adiknya sendiri), seorang yang perfeksionis, dan selalu menuntut agar setiap orang memainkan musik yang sejati (bukan sekedar untuk menang)
Kata-kata ini bahkan sudah muncul di rekamannya saat dia kecil
" Hidupku separuhnya adalah musik."
trus ditanya ama kameramennya, "separuhnya lagi?"
" Menjadi manusia."

KJ ini memang tidak percaya Tuhan dan tidak merasa perlu berdoa kepada Tuhan, tapi ketika dia ditanya apakah Tuhan itu ada, dia jawab ada. Yah...tapi tetep aja tiap kali ada lomba atau apapun itu dia selalu percaya akan kekuatan dirinya, bukan dari yang lain. (yah suka-suka dia lah, bukankah "tidak percaya akan Tuhan" merupakan suatu kepercayaan juga?). Kata dia, bahkan di status FB dia menulis di bagian religion --> proof seeking

Di akhir film, diceritakan bahwa KJ pindah rumah
ketika ditanya alasannya
" Karena kedua orang tuaku bercerai"
kenapa?
"Karena ayahku punya wanita lain"
Sejak kecil KJ memang paling dekat dengan ayahnya. Ayahnya yang menemani dia bermain piano, mendaftarkan untuk ikut lomba, dan lain sebagainya. Sebagian besar rekaman ketika dia kecil, pasti ada ayahnya.
Tapi ketika ia ditanya mengenai ayahnya, jawabnya lebih kurang seperti ini,
" Aku menghormatinya. Tapi walaupun kau seorang dokter, pianis, ataupun lainnya, mengkhianati istrimu sendiri adalah suatu kesalahan. Dari dulu, ayahku adalah seseorang yang selalu mengincar kemenangan, topik pembicaraanku di meja makan hanya 2, yaitu 1. Musik dan 2. Sepak bola. Itu karena "ingin menang" sudah ada di gen-nya. Dan didikan ayahku itu membentukku menjadi pribadi seperti sekarang."

KJ, bukanlah seseorang yang bermain musik untuk menang
Bahkan ada scene di mana dia tidak peduli bahwa lagu yang dimainkan oleh timnya melewati batas waktu penampilan yang ditentukan oleh juri. Katanya, "kalian jangan mempedulikan apabila juri menghentikan permainan kita melalui microphone, kita harus tetap menyelesaikannya."
yah mereka menampilkan 100% dan walaupun melewati batas waktu, mereka tetap menang, karena penampilan mereka mengalahkan kelebihan waktu tersebut.

Di film ini, kita tidak hanya disuguhi oleh permainan-permainan piano KJ yang ciamik
tapi kita diajak mengenal lebih jauh pribadi seorang KJ, bukan hanya sebagai pianis, tapi bagaimana pandangannya mengenai hidup, dan caranya menjalaninya.

Satu quote terakhir datang dari Mrs. Nancy Loo yang bunyinya seperti ini
"Untuk menjadi seorang pianis yang sukses dan seorang manusia berhasil dibutuhkan bakat dan kerja keras, serta kerendahan hati."

Sunday, June 19, 2011

mari masuk

akrilik + krayon

akhirnya setelah sekian lama...
gw memakai kembali reeves (cat akrilik) dan carandache (krayon) yang udah lama banget teronggok saja di kamar
sniff sniff...kangen banget ama bau cat, ketika jari-jari kotor karena warna-warnanya, numpahin air kobokan kuas di keramik, mmm...tiada yang lebih menyenangkan ketimbang melakukan hal-hal yang kita sukai
bermodalkan karton bekas
akhirnya gw membuat tanda masuk untuk pintu kamar
ini terinspirasi ama lagu ttatw, di mana ada satu bagian dengan kata-kata MARI RASUK...MARI RASUK...
nah gw ganti aja jadi mari masuk mari masuk...errr...gak nyambung juga yah haha
yah lumayanlah...mengisi waktu luang...hati senang

Friday, June 17, 2011

nikmatnya hari pertama liburan

tanggal 16 Juni adalah tanggal di mana gw telah sah liburan
belum sempat berencana untuk ke mana-mana
jadilah...segala sesuatunya spontan
tadinya sudah akan pergi berenang
tapi karena satu dan lain hal
batal huf...gak papa liburan masih panjang

akhirnya gw memutuskan untuk ke dokter gigi aja
daripada gw kelewat lagi jadwalnya
dan teman gw ke dokter gigi ya selalu nyokap gw
berhubung ade gw gak ada
ya jadilah...
nyokap gw yang juga uda gatel pengen jalan, bosen di rumah
akhirnya ngajak ke alam sutera

Link pake sepatu baru Wondershoe...asik...akhirnya kembali ke white shoes

yap Tangerang sekarang juga gak kalah ama Jakarta
di sini kita juga punya banyak tempat nongkrong, mulai dari tempat makan, dengerin musik, belanja belanji, ato sekedar kumpul-kumpul
salah satunya adalah di area Flavor Bliss Alam Sutera dan juga mall Living World
bermula dari sebuah area yang tidak begitu besar Flavor Bliss menawarkan nama-nama seperti Bandar Jakarta, Radja Ketjil, Lau's Kopitiam, Total Buah, Pisa Cafe, dll
sekarang Flavor Bliss ada extentionnya
masih dalam pengerjaan sih...tapi ini akan jadi wah nantinya
besar...banyak banget pilihannya, nyaman banget tempatnya, buat jalan-jalan santai enak
parkirannya juga luas
top lah

di postingan sebelum2 ini gw pernah review salah satu restoran yang ada di tempat ini, yaitu Pondok Selasih
mmm...karena gw cuma berdua doang ama nyokap gw, gak mungkin lah ya makan-makan besar
gak abis juga
akhirnya setelah keliling-keliling
pilihan jatuh ke Nanny's Pavillion
sebenernya untuk makanannya gw gak gitu suka...haha maklum lidah gw indocina abis
gak biasa dikasih yang cream-cream dikit gitu haha
tapi karena dekornya lucu banget, yaitu Barn
jadilah makan di situ
tempatnya nyaman
gw sangat suka ama dinding kacanya yang besaarr..plong gitu
kalau dari luar bagus liatnya, apalagi bangunannya dua tingkat, makin bagus apalagi kalau malam hari


itu dia kaca besarnya


setelah makan-makan belanjalah ibu selalu
hmmpphh
ada toko namanya Stevan Meat Shop Food Store
di sini gak cuma jual daging sih sebenernya, ada yang lain juga
tapi pilihan daging sapinya memang cukup lengkap
apalagi dia menawarkan paket untuk BBQ
selain itu di luarnya ternyata ada restonya juga
jual makanan daging2 juga kayaknya
letaknya persis di samping Tekko Iga Penyet

SAPIMAN

tak cukup berbelanja di satu tempat (dasar ibu-ibu)
lanjutlah ke Total Buah
pada akhirnya cuma beli Yakult, Sayur, ama Jeruk Bali
gak penting kan?
untung gak jadi jalan kaki dari Flavor Bliss ext ke Total Buah
kalau gak sih gempor juga

nanas mini...Spongebob pun ogah tinggal di dalamnya

setelah itu keluarlah kami dari area Flavor Bliss
muter-muter berkendara di Alam Sutera
berputarlah balik dan dihadapkanlah kami dengan Living World
sebenernya agak bingung mau masuk apa gak
karena udah malem juga
sebenarnya hati bimbang masuk, enggak, masuk, enggak, yaudah masuk lah

banyak sekali sepeda di parkir
bikin ngiri
di atrium bawah lagi ada pameran dari Toys Kingdom
ada rusa besaaarr sekali



abis jalan-jalan nurunin makanan
makan lagi
pilihan jatuh pada Roppan
rotinya menurut gw terlalu manis
tapi gw suka pinggirannya
teh tariknya lumayan karena gak manis dan lebih pahit
misi yah...nyolong sepeda dulu

sekian dulu cerita jalan-jalan bersama saya dan mami warni
sampai jumpa