Wednesday, August 7, 2019

LOREAL Paris UV Perfect Matte & Fresh Review

Mungkin ini bukan barang baru banget yah. Beberapa dari kamu mungkin juga sudah punya produk ini di rumah. Yap, Loreal Paris UV Perfect Matte & Fresh. Sunscreen varian terbaru keluaran Loreal Paris ini mengklaim dirinya sebagai sunscreen yang memiliki hasil akhir matte. Jadi memang sangat ditujukan untuk teman-teman yang punya kulit berminyak atau buat kalian yang gak suka hasil akhir minyakan setelah memakai sunscreen. 

Apa sih kelebihan sunscreen Loreal Paris UV Perfect Matte & Fresh ini? Sunscreen ini punya SPF 50, PA ++++ Long UVA, Mexoryl filter, dan pastinya 100% oil-free. SPF atau Sun Protecting Factor adalah satuan yang mengukur seberapa lama suatu sun protection bisa melindungi kulit kita dari sinar UVB sampai akhirnya terjadi sun burn (kulit terbakar aka gosong). Umumnya tanpa pelindung kulit kita akan mengalami sunburn setelah 10-20 menit berjemur. Suatu sunscreen atau sunblock dengan SPF 50 artinya dapat melindungi kita dengan durasi 50 kali durasi normal tersebut yakni 500-1000 menit. Apakah iya sunscreenku bisa melindungi aku selama itu? Ya enggak sih karena ada faktor lain, yakni keringetan atau kalau kita berenang beberapa jenis sunscreen akan mudah hilang. Nyatanya sunscreen hanya bisa bertahan 40-80 menit kalau kulit kamu terpapar air atau keringetan. Apalagi di Indonesia yang panas ini yah, jadi memang setiap sunscreen harus dipakai ulang/ reapply setelah beberapa waktu tergantung kondisi lingkungan saat itu.

PA ++++ ini juga gak kalah amazing. PA merupakan satuan konversi dari PPD/ Persistent Pigment Darkening yang menggambarkan kemampuan proteksi terhadap sinar UVA. Teorinya sebuah sunscreen dengan PPD 8-16 = PA +++, PPD >16 = PA ++++. PPD >16 artinya orang yang menggunakan sunscreen ini dapat menangkal hingga 16 kali lipat sinar UVA yang mau masuk ke kulit. Cukup jarang sih kita menemukan sunscreen dengan PA ++++, jadi Loreal Paris UV Perfect Matte & Fresh ini lumayan oke. Satu lagi kandungan yang unik adalah Mexoryl filter. Mexoryl filter merupakan bahan sintetik yang dikembangkan oleh Loreal Paris yang berfungsi sebagai filter UVA baik UVA-1 maupun UVA-2, kemudian mengubah sinar UVA ke bentuk energi yang less damaging bagi tubuh kita. Mexoryl filter memiliki bentuk yang lebih stabil terhadap paparan sinar matahari ketimbang filter UVA yang banyak digunakan dalam sunscreen seperti zinc oxide.

Loreal Paris UV Perfect Matte & Fresh dikemas dalam tube gepeng ukuran 30 ml. Ukurannya pas banget buat dibawa-bawa dan kemasannya lumayan kokoh tahan banting dan gak mudah kebuka. Harga sunscreen ini bervariasi kalau lagi promo bisa kamu beli dengan harga 74.500 dari harga aslinya 99.000 rupiah. Konsistensinya kental tapi masih cukup mudah untuk diratakan di kulit. Saat dipakai ke kulit gak menimbulkan white cast. Setelah pertama dipakai masih agak mengkilap gitu kulit kita, tapi setelah beberapa menit akan menyerap dan jadi sama deh dengan kulit biasa. Yang agak mengganggu sih bau sunscreen ini agak kuat, seperti krim-krim dokter begitu, agak beda dengan bau sunscreen biasanya. Di kulit saya sih gak bikin jerawatan yah. Jadi buat yang mau coba-coba sunscreen boleh nih menjadikan Loreal Paris UV Perfect Matte & Fresh sebagai pilihan kamu.

Tuesday, August 6, 2019

Film Psychokinesis Review


Film Psychokinesis merupakan sebuah film asal Korea yang juga tayang di Netflix. Mengambil tema superhero, tapi yang jadi superheronya bukan anak muda melainkan bapak-bapak separuh baya. Film Psychokinesis ini adalah karya sutradara Yeon Sang Ho yang juga merupakan sutradara film populer Train to Busan. Pasti sudah pada nonton kan?

Jadi awal film Psychokinesis ini mengisahkan tentang sebuah kompleks toko-toko kecil, ada rumah makan, pasar, kelontong dengan sebuah agen konstruksi yang mau menggusur orang-orang di sana dan membangung pusat perbelanjaan. Rumi seorang gadis yang jualan ayam goreng di sana, tinggal hanya dengan ibunya setelah bapaknya pergi meninggalkan mereka saat kecil. Saat bentrok antara kubu warga dan penggusur, ibunya Rumi meninggal karena terjatuh saat ditarik paksa keluar dari mobil. Saat lagi di rumah duka, Rumi menelpon ayahnya (yang ternyata nomornya masih ada di handphone ibunya). Muncullah tokoh ayah Rumi, yakni Seok Heon, yang kerja sebagai satpam di salah satu kantor bank. Dia baru-baru aja dapat kekuatan gitu setelah minum air dari waterspring tempat jatuhnya meteor. Awalnya juga dia belum tahu kalau dia punya kekuatan untuk menggerakkan benda-benda dan lainnya. Pokoknya singkat kata nanti akan diperlihatkan bagaimana bapak Seok Heon menggunakan kekuatannya untuk melawan para penggusur dan perusahaan konstruksi tersebut.

Psychokinesis mau dibilang film action tapi kok setengah pertama filmnya kebanyakan dramanya. Yah separuh-separuh lah ya. Sebenarnya ceritanya gak begitu digali sih masing-masing pemerannya dan inti ceritanya yah hanya seputar para warga yang ngelawan orang-orang keamanaan dan tim yang disewa sama perusahaan konstruksi. Jadi jangan harap ada monster-monster atau alien yang akan dilawan sama pemeran utama di film ini. Lawan terbesarnya yah sama-sama manusia juga. Manusia-manusia dalam jumlah yang banyak dan punya kekuatan serta kekuasaan. Peran superhero jatuh pada mereka yang kaum kecil, kaum yang diceritakan gak punya kekuatan apa-apa untuk melawan selain badan mereka sendiri. 

Film ini mendapat nilai 89% dari Rotten Tomatoes dan skor IMDBnya hanya 5,9/10 (kecil bingit). Kalau kamu suka film superhero yang ada sisi dramanya, film Psyschokinesis ini layak banget untuk kamu tonton. Ada kisah-kisah mengharukan juga mengenai hubungan antara anak-bapak yang sempat renggang hingga kemudian membaik kembali. Film ini katanya juga masuk ke dalam 10 film Korea terbaik di tahun 2018 loh. Durasi film hanya 101 menit. Iya "hanya" sebab film-film superhero lain biasanya mempunyai durasi >2 jam. Apakah film ini akan ada sekuelnya lagi? Yuk nonton!

Tuesday, July 9, 2019

Review Swing Kids Movie : Jadi Ingin Belajar Tap Dance

Post ini sudah tersimpan lama di draft gw. Baru sekarang berniat nulis reviewnya, yap, setelah 3 kali mengulang nonton film ini. Swing Kids! Lagi-lagi Korean movie. Swing Kids adalah sebuah film besutan sutradara Kang Hyeong Cheol yang sebelumnya sudah pernah melahirkan film terkenal seperti Scandal Makers dan Sunny. Yap dan kedua film itu ya ampun sukses bikin ketawa dan nangis.

Film Swing Kids diperankan oleh Do Kyung Soo, Park Hye Soo, Jared Grimes, Oh Jeong Se, dan Kim Min Ho. Yap D.O aka Do Kyung Soo kudu jadi botak untuk perannya sebagai tentara Korea Utara di film ini. Mengambil setting tempat di camp tahanan Geoje selama perang Korea. Di sini kita bisa lihat ada yang Korea Utara (komunis), ada yang Korea Selatan, ada juga pihak Amerika. Masing-masing tokoh punya konflik batinnya masing-masing. Do Kyung Soo sebagai orang yang berada di kelompok komunis, jatuh cinta sama tap dance yang jelas-jelas milik orang Amerika. Ada juga Park Hye Soo cewe dari Korea Selatan yang kerja ama grup nyanyi nari buat menghibur para tentara yang pada akhirnya ikut gabung sama grup tap dance. Dia bisa berbagai macam bahasa dan maksa jadi translator buat si Jared Grimes, mantan penari di Broadway yang terpaksa jadi pengajar tap dance karena permintaan atasannya. Oh Jeong Se yang gabung grup tap dance gara-gara pengen nyari istrinya. Satu lagi Kim Min Ho, ceritanya dari Cina, emang suka nari tapi suka nyeri dada jadi gak bisa lama-lama hahahaha. Bingung sebenarnya kalau mau menyebut satu orang saja sebagai pemeran utama karena masing-masing karakter tadi punya cerita dan kekuatannya masing. Kamu bisa jatuh cinta sama peran-peran mereka.

Oh ya selain Jared Grimes yang memang tap dancer, artis-artis lain baru belajar tap dance pas mau main film ini. Kamu harus lihat eksekusinya yang ciamik sekali di film, mereka kelihatan kayak sudah bertahun-tahun belajar tap dance. The sound of their shoes dup tap tap dup dupdup taptap durudup...di mix sama lagu dan sound effect yang pas banget, menambah "kemewahan" film ini. Kamu bisa merasakan passion mereka dalam menari di setiap gerakan dan scene yang walaupun hanya menampilkan bagian kaki pemerannya.

Filmnya mulai jadi agak gelap setelah pertengahan film. Di situ mulai ada adegan yang rasanya agak lambat dan bisa di"cut" untuk mempersingkat durasi. Kenapa film ini jadi berdurasi 2 jam 13 menit, mungkin juga karena banyak sekali karakter di film ini dan semua karakter tersebut kayak harus dapet porsi waktu yang cukup gitu untuk bisa membangun cerita dan keterkaitan dengan karakter lain. Yap lagian kalau sudah konsentrasi sama ceritanya durasi segitu gak berasa kok.

Pujian tentunya jatuh di scene penampilan grup tap dance itu di malam natal. Sangat bagus, well executed! Mulai dari pilihan lagu, kostum, panggung kecil tapi cantik banget, dan yah......adegan terakhir yang BOOM! sangat membekas dan membuat berpikir orang-orang ini sempat berpikir gak yah kalau no future in that place sebenarnya. Miris...Kasihan bahwa pada saat itu ideologi yang berbeda memicu peperangan dan harus ada orang-orang yang gak tau apa-apa mati di antaranya.

Walaupun skor imdbnya hanya 7.5, gw rasa film ini layak kamu tonton apalagi kalau kamu mengaku penggemar EXO, khususnya D.O. Di film ini kamu bisa lihat bagaimana hebatnya seorang D.O berakting memerankan peran yang jauh beda dengan peran-peran yang pernah dia lakoni sebelumnya. Di satu scene bisa jadi sangat lucu, di scene lain kamu bisa merasa seram dan deg-degan, di scene lain kamu bisa mewek habis-habisan. Buat kamu yang suka nonton film dance dan teater dengan lagu-lagu yang familiar sebagai background musiknya, kamu juga bisa menikmati film Swing Kids ini. Start streaming guys!

Monday, July 8, 2019

Review: Parasite Movie - Black Comedy?

Poster film Parasite ini sudah mulai bertaburan di timeline Instagram gw sejak 2 bulan lalu. Pada akhirnya tayang juga di bioskop CGV. Setelah menimbang-nimbang mau nonton ini apa Toy Story 4, akhirnya pilih Parasite deh.

Film Parasite yang disutradarai oleh Bong Joon Ho ini dapat penghargaan tertinggi Palme d'Or di Festival Film Cannes tahun ini. Bahkan katanya mendapatkan standing ovation yang lama dari para penonton di sana. Secara film terakhir dari sutradara ini yang gw tonton adalah Okja, juga punya cerita yang bizzare, jadi gw sedikit mengantisipasi cerita (takut gak ngerti) dengan cara nonton dulu trailernya. Setelah nonton trailer, ternyata gw makin bingung dan sama sekali gak bisa membayangkan ini film ceritanya bakalan seperti apa. Intinya ada keluarga miskin, yang kemudian anaknya kerja di tempat keluarga kaya. Kalau dilihat dari poster filmnya, gw membayangkan akan menonton film horor-thriller, sesuai dengan tone trailernya yang gelap-gelap gitu. Jadi gw membayangkan, oooh palingan nanti ini ceritanya si keluarga kaya ini psikopat gitu terus ngebunuh-bunuhin orang yang kerja di rumahnya (kebanyakan cerita horor-thriller kan begini yah). Bisa juga sesuai judulnya "parasite" mungkin ternyata orang-orang di rumah itu bukan manusia, melainkan alien yang jadi parasit di tubuh manusia, wkwkwk, yah ide-ide standar yang muncul dari hasil menonton film-film fiksi lain.

Dan ternyata gak begitu ceritanya saudara-saudara.....Di sepanjang film gw udah berjaga-jaga ada scene-scene ngagetin yang tiba-tiba ada alien muncul, adegan bacok-bacokan, atau palingan gak hantu-hantu gitu, ternyata gak ada wwkwkkwk. Yang ada malah gw ketawa dan terkagum-kagum dengan betapa mulusnya tokoh-tokoh di keluarga miskin itu menipu keluarga kaya untuk bisa kerja di sana. Keluarga miskin di film ini diceritakan tinggal di apartemen basement, di lingkungan yang bisa dibilang kumuh. Kamar basement begitu di  Korea merupakan salah satu yang paling murah, yang istilahnya kalau orang punya duit gak mungkin mau tinggal di situ. Si bapak pengangguran, si ibu mantan atlet juga sekarang pengangguran, anak pertama pengangguran, anak kedua juga pengangguran. Mereka dapat duit cuman dari kerja lepasan kaya misalnya lipat-lipat kardus pizza. Makan juga boleh numpang-numpang di kantin karyawan biar gratisan. Buat dapat mobile data mesti jongkok sampai ke wc biar bisa nyolong sinyal wifi dari tetangga.

Awalnya kita bisa ketawa-ketawa dan senyum-senyum ngeliat tingkah mereka yang kocak dan betapa cerdiknya mereka bisa membuat si keluarga kaya percaya kalau si kakak adalah guru bahasa inggris lulusan salah satu universitas ternama, si adik adalah guru lukis dan art therapist, si bapak adalah sopir veteran, dan si ibu yang pada akhirnya bekerja jadi asisten rumah tangga di keluarga kaya tersebut setelah dengan cara "tidak terpuji" menggusur posisi asisten sebelumnya yang udah kerja berpuluh-puluh tahun di rumah itu. Tapi lama kelamaan gw merasa ngenes juga. Film ini menampilkan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Bahwa orang-orang miskin itu sebenarnya punya kemampuan, tapi entah kenapa yah menetap di rantai kemiskinan itu. Mereka yang miskin sulit atau bahkan gak bisa punya pendidikan tinggi, ketika gak punya pendidikan tinggi, gak ada yang mau mempekerjakan mereka dengan bayaran yang layak. Tapi ketika lu punya ijazah (walaupun palsu), orang-orang tiba-tiba jadi menghargai lu karena dianggap sebagai orang yang berpendidikan.

Di balik kenikmatan yang keluarga miskin ini rasakan saat bekerja di keluarga kaya, mereka jadi kepengen juga untuk bisa tinggal dan punya di rumah besar itu suatu hari nanti. Gak salah sih, toh nyatanya sekarang kan mereka juga lagi "tinggal" di rumah itu, walaupun caranya salah dengan "nipu". Di sini masing-masing tokoh jadi kayak punya kegalauan gitu, tapi yang paling jelas ada di tokoh si bapak, yakni saat orang kaya bilang kalau dia punya "bau" yang gak enak, bau orang-orang yang banyak di kereta bawah tanah, yah sebut aja bau orang miskin. Di situ gw nangkepnya sih dia kayak mulai merasa direndahkan, dendam, iri dengan yang kaya, kesal, apa yah...pokoknya campur-campur gitu. Di rumah itu pula mereka ketemu suatu rahasia yang yah.....gak terpikirkan lah, tapi nyata adanya dan sudah pernah liat beberapa kali sih khususnya di 9gag hahaha.

Menit-menit terakhir film yang mulai bikin kita mikir saat nonton. Agak kurang mendebarkan dan greget sedikit sih sebenarnya menurut gw. Tapi sinematografinya mantap, adegan-adegan slow motion yang lebay itu menambah nilai di film ini. Selipan-selipan komedi di antara adegan-adegan yang seharusnya sedih juga "aneh" tapi bagus. Singkat kata, nonton saja lah di bioskop. Gak rugi kok filmnya lama 2 jam-an, mumpung ada promo gopay dan BNI tapcash tuh di CGV. Akting seluruh pemerannya gak perlu diragukan lagi, sinematografi bagus, tema cerita gak wajar, lu pulang dari bioskop bawa kesan dan pesan yang berbeda-beda. Film yang sangat wajib ditonton!

Sunday, April 14, 2019

Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Drama Beautiful World

Belakangan ini berita di berbagai media lagi diramaikan dengan kasus bullying siswi bernama Audrey. Baru deh mulai rame dibahas tentang masalah bully membully ini yang praktiknya sih sudah ada dari sejak jamah dahulu kala, tapi biasa baru muncul ke permukaan kalau ada korban yang masuk rumah sakit atau sampai meninggal dunia. Nah, pas banget nih di viu lagi tayang drama baru judulnya "Beautiful world" yang mengangkat tema yang sama. 

Apa itu bullying? Berdasarkan American Psychological Asssociation, bullying adalah perilaku agresif seseorang dengan sengaja terhadap orang laing yang menimbulkan rasa tidak nyaman atau trauma (fisik dan psikologis) pada korbannya. Bentuk bullying bisa berupa kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Bullying adalah tindakan yang salah, yang jelas menyalahi hukum, menyalahi juga nilai agama dan nilai-nilai lain. Gw meyakini gak ada satu manusia pun yang lebih berhak terhadap hidup manusia lainnya. Memukul, menganiaya, menginjak, menendang apapun itu bentuk kekerasannya adalah salah. Ngata2in atau meledek bentuk fisik yang sampe bikin orang lain tertekan secara psikologis, apapun itu bisa termasuk ke dalam kekerasan verbal.

(SPOILER ALERT!) Drama Beautiful World ini baru tayang 4 episode. Diawali dengan cerita salah seorang murid SMA (Park Moo Jin) terjun dari rooftop gedung sekolahnya. Mati enggak, hidup pun enggak (karena jadi koma di ICU). Murid ini baek banget, perhatian sama teman-temannya, ganteng pula, walaupun secara akademis biasa saja. Mama papanya sayang banget sama anak ini (yaiyalah yah), adiknya juga. Papanya kerja sebagai guru SMA, sedangkan mamanya punya bakery. Yah hidup cukup lah, bukan yang tajir banget gimana gitu. Dari segala sisi pun sejauh 4 episode ini gw belum menemukan apa yang memicu nih anak di bully selain dari otak temen-temennya aja yang kriminal (mungkin belum diceritakan). Pelaku bullying siswa ini adalah teman-teman dekatnya sendiri. Mereka membentuk kelompok yang disebut Avengers dan masing-masing teman yang mengeroyok itu punya nama peran masing-masing. Orang tua anak-anak ini semuanya saling kenal.

Jadi suatu hari mereka ngerekam mereka ngegebukin Park Moo Jin. Yang ngerekam itu bahkan anak ketua yayasan sekolahan (tajir, ganteng juga wkwk). Yang 3 lagi temen-temen baeknya, bergiliran nendangin mukulin Moo Jin. Gak sekalipun Moo Jin ngelawan walaupun sebenernya bisa aja kalau dia mau. Yah seperti halnya kebanyakan korban bullying Moo Jin ini gak sekalipun pernah cerita ke orang tua atau saudaranya atau wali kelas atau guru-gurunya yang lain. Walaupun sudah pernah dipergoki bajunya kok kotor penuh tanah, sama mukanya kok bonyok. Tapi yah dengan satu dua kalimat bohong untuk menutupi kejadian itu dianggap asal lalu. Gw cukup yakin sebenarnya guru atau teman-teman lain di sekolahnya juga tau akan kejadian itu, tapi yah gitu nutup-nutupin, karena orang gak mau ngerepotin diri ngurusin bagian ini dari hidup orang lain (padahal klo gosipin pacar barunya si a, mobil barunya si b, paling cepet dah orang-orang). 

Yang lebih gila lagi, orang tua para pelaku nih sebenarnya udah pada tau (gara-gara liat video di hp salah satu anak) kalau anak-anak mereka ngebully temennya itu yang notabene anaknya teman baik mereka juga. Crazy? Yah coba aja lu di posisi mereka sebagai ortu yang anaknya pelaku kekerasan, yang walaupun masih di usia sekolah yang tetap aja bisa kena sanksi, minimal di dropout dari sekolah, kerja sosial wajib, catatan kriminal yang gak bisa diapus di surat polisi, dan sanksi sanksi sosial lainnya yang bakalan mereka terima. Kira-kira bakal berusaha menutupi atau lu kucluk-kucluk nyuruh anak lu mengakui semua kesalahannya? Beberapa pelaku diceritakan ada yang mulai takut dan mulai saling ngejatuhin satu sama lain. Mulai kayak anak ayam semua gitu pas uda mulai gak bisa lari lagi dari bukti-bukti yang mulai bermunculan satu persatu. Pas mukulin rame-rame lagaknya kayak penguasa, dipikir ortu gw kaya kok, gw masuk penjara juga gak ada sehari ortu gw bisa bayar kasih gw keluar. Eaaa pret. Gw kasihan sih liatnya, they said it's just for fun. Kasihan kan orang kaya tapi memperoleh kesenangannya dari hal-hal menindas orang lain. Mau having fun tuh ya jalan-jalan ke luar negri, makan enak, olahraga, ke mars gitu sekalian. Ini loh mau bikin mati anak orang, situ Tuhan? Yang ngatur hidup mati orang lain?

Kalau kamu lagi butuh tontonan yang agak berat, yang mengiris-ngiris hati, sambil sedikit-sedikit mengumpat karena gemas lihat anak-anak dan kelakuan orang tua pelaku, pihak sekolah, dan polisi/ penegak hukum yang kayak undur-undur. Ditambah lagi kita bisa lihat bahwa orang tua di film tersebut mengharapkan dan mempercayakan anaknya sepenuhnya di sekolah, tapi lupa bahwa edukasi yang pertama dan utama adalah dimulai dari rumah / keluarga. Orang tua memberikan contoh yang tidak baik bagi anaknya, segala sesuatu bisa diatur sama uang, kalau anak-anak buat salah yah gak papa gak perlu dihukup, yang penting gak diulangin lagi. Bahkan salah satu orang tua pelaku pun mulai seperti tidak mengenali anaknya lagi, dia mulai ragu anaknya ini baik atau enggak sih, karena beberapa kali melihat anaknya memanipulasi temannya. Boleh deh ditonton ini drama seri, sekali-kali nonton yang agak berbobot sendiri. Silahkan berikan penilaian sendiri, apa mungkin ada kejadian seperti ini di sekitar kita selama ini? Atau ah cuman drama aja lah lebay. Yah monggo tonton saja dulu. Episode baru setiap hari Sabtu dan Minggu di aplikasi Viu.

Wednesday, March 6, 2019

Nikmatnya Pantai Double Six

Berkunjung ke Bali rasanya tidak afdol kalau belum mengunjungi pantai. Tidak perlu membayar lebih untuk bisa menikmati halusnya pasir, hembusan angin pantai, dan deburan ombak. Pantai Double Six di daerah Seminyak patut Anda kunjungi di sore hari menjelang matahari terbenam. Pantai yang sudah naik daun sejak bertahun-tahun yang lalu. Pantai ini mulai ramai dimulai dari restoran yang menebar sofa-sofa berwarna-warni untuk pelanggannya yang mau menikmati makanan dan minuman sambil menonton sunset.
Kalau budget terbatas? Tetap bisa kok mampir ke pantai ini karena akses Pantai Double Six memang terbuka untuk umum. Apa yang bisa menjadi daya tarik dari pantai ini? Selain pemandangan matahari terbenam, Anda bisa juga menyaksikan atau malah bermain-main dengan banyak anjing di Pantai Double Six. Ya, setiap sore banyak sekali penduduk lokal yang membawa anjing-anjing peliharaannya untuk bermain di pantai ini. Kalau takut sama anjing? Ya sudah jaga jarak saja, toh ini pantai bukan punya manusia saja kan yah. Saya rasa bulan-bulan terbaik untuk mengunjungi pantai ini adalah mulai bulan April hingga Agustus nanti, pokoknya sebelum musim penghujan datang.
Paling enak datang ke sini dengan mengendarai motor. Jalanan di seputaran seminyak relatif kecil dan akan menjadi sangat macet di kala musim liburan tiba. Pantai Double Six paling mudah diakses dari arah hotel Horison atau bisa juga dari sisi satunya lagi (lupa patokannya). Anda bisa parkir motor atau kendaraan di ujung-ujung jalan untuk kemudian berjalan kaki menyusuri pantai. Di pantai Double Six mungkin Anda sulit menemukan penjaja kelapa muda, kalau mau minum ya mau tak mau masuk ke dalam restoran-restoran yang ada di tepi pantai. Kebanyakan penjual di sini menjajakan kain, jasa tato temporary, mainan-mainan pesawat atau baling-baling yang menyala, atau bisa saja musiman, yah tergantung apa yang lagi trend hahaha. Oh ya hati-hati kalau mau berenang di sini yah, sepertinya tidak ada life guard layaknya di Pantai Kuta. Lagipula ombaknya besar sekali kalau menjelang sore hari.
Yuk lah mari mampir ke Pantai Double Six, untuk sekedar melepas penat atau menghabiskan momen dengan orang-orang terkasih. 

Monday, September 24, 2018

Kelas Inspirasi Bajawa: Memupuk Mimpi dan Kepercayaan Diri

Halo, Anda sehat?

Mau bercerita sedikit tentang kegiatan yang saya ikuti beberapa bulan lalu. Yap, inilah Kelas Inspirasi. Sudah pernah dengar sebelumnya? Atau masih bingung-bingung itu apaan sih? Saya pribadi sudah sering lihat-lihat foto kegiatan Kelas Inspirasi dan kepengen banget ikut tapi karena dulu bekerja di perifer jadi agak sulit juga ninggal-ninggalin kerjaan dan mempersiapkan kegiatan (atk mahal bu). Jadi yah mumpung lagi nganggur-nganggur dan belum kerja tetap lagi, saya memanfaatkan waktu untuk ikut acara ini. Biar hidup lebih berfaedah lah.

Dalam kegiatan kelas inspirasi, kamu dipersilahkan panitia untuk menceritakan mengenai profesi kamu masing-masing. Mau kamu seorang pelukis, arsitek, koki, pengacara, ataupun dokter seperti saya, sok boleh daftar. Setelah mendaftar nanti ada kakak-kakak panitia yang akan menyaring dan mewawancara kita. Kalau kamu lolos berarti kamu punya tiket untuk 1 hari tampil di depan anak-anak sekolah dasar. Jangan pikir kamu hanya masuk di satu kelas ya, kamu akan mengisi seluruh kegiatan belajar mengajar anak-anak dari kelas 1 - 6 SD di hari itu.

Apa sih tujuan dari kegiatan ini? Ngapain? Cuman 1 hari doang juga? Emang cukup dan nyampe apa yang mau disampein? Jadi begini sobat, Kelas Inspirasi yang saya ikut waktu itu berlokasi di Bajawa. Kamu tau dimana itu Bajawa? (songong hahaha). Kalau saya, berhubung saya pernah kerja di sana 1 tahun, jadinya saya tahu dimana itu kota yang dinginnya bisa mencapai 10oC. Bajawa itu ada di kabupaten Ngada, provinsi Nusa tenggara timur. Untuk sampai di sana, dari Jakarta kita naik pesawat, bisa ke kupang transit, baru lanjut naik pesawat yang kecilan ke Bajawa.

Kita gak bisa membandingkan anak-anak desa dengan kota. Di kota mungkin anak-anak kalau ditanya cita-citanya mau jadi apa, pasti sudah ada itu yang menyebut mau jadi astronot, detektif (seperti saya dulu bahahaha), bahkan sampai ke menjadi artis atau fashion blogger. Dahsyat kan? Semuanya pasti gak lepas dari pengaruh media yang memperkenalkan informasi-informasi tersebut ke mereka. Coba bayangkan gimana kehidupan adik-adik kita yang di desa. Nonton TV saja mereka jarang, belum tentu itu siaran bagus dan belum tentu mereka punya rumah ada TV. Di tempat mereka, orang tua dan guru masih menjadi andalan untuk mendapatkan informasi-informasi baru.

Kelompok saya waktu itu terdiri dari 4 orang. Teman-teman saya yang 3 lagi punya profesi yang ajib-ajib, pokoknya saya yang paling standar (paling tidak anak-anak sudah pernah lihat). Ada Al(ista) yang kerja jadi manager sebuah hotel di Labuan Bajo, ada Annabel yang adalah seorang ahli tata kota, yang terakhir ada Dieky yang produk kerjaannya sangat dinikmati anak-anak (animator). Kami berempat bertugas mengajar di SD Tude. Masing-masing profesi punya tantangan masing-masing untuk cara menjelaskannya ke anak-anak, tapi masing-masing dari kami sudah mempersiapkannya matang-matang, supaya kedatangan kami hari itu tidak mubazir dan sia-sia tapi mampu menginspirasi adik-adik di sana untuk tau kalau profesi dan sumber pencaharian di masa depan itu bukan cuman jadi guru, PNS, pastor, suster, petani saja. Masih banyak profesi-profesi lain yang bisa dicoba dan bisa diraih walaupun pastinya jalannya tidak semudah teman-teman yang di kota. Tapi saya yakin, yang namanya manusia itu Tuhan sudah kasih akal budi dan kemampuan sedemikian rupa, sehingga yang namanya gunung saja bisa dibuat tembusannya, berarti cita-cita apapun (asalkan baik) pasti bisa digapai asal mau usaha. Yang saya ingat dari adik-adik kelas 1-6 SD Tude hari itu adalah mereka punya rasa percaya diri yang luar biasa hebat, semuanya berani tampil di depan kelas, bahasa Indonesia juga sudah lancar-lancar (jauh lebih bagus dari anak-anak di SBD), dan mau mendengar orang yang lebih tua (guru) dan siapapun yang berbicara di depan kelas. Saya rasa mereka-mereka ini sudah punya dasar yang baik, tinggal dibantu dan diarahkan saja untuk menggapai mimpi-mimpinya. Sepulang sekolah anak-anak SD di sana biasanya membantu orangtua di kebun atau di rumah, jadi jangan meremehkan kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan rumah tangga atau lainnya. Anak SD di kota kupas bawang saja belum tentu bisa. Saya rasa pemerintah dalam hal pendidikan dan pengembangan anak-anak di daerah memang harus ikut andil, karena mereka sangat membutuhkan support dalam bentuk fasilitas yang memadai, media untuk belajar, dan guru-guru yang senantiasa ditingkatkan kompetensinya. Supaya gak ketinggalan masbro. Oh ya, kalau saya pribadi juga melihat potensi adik-adik ini untuk ada yang jadi atlet di kemudian hari yah, secara masih SD tapi uda pada pinter main voli dan sepak bola. Jago deh pokoknya. Mereka juga banyak yang jago nari, tapi yah itu karena gak ada gurunya untuk tari-tari modern, mereka terbatas gerakannya hanya itu-itu saja dan tari tradisional. Banyak potensinya deh adik-adik kita di SD Tude. Pokoknya kepercayaan diri mereka yang udah ada itu gak boleh disia-siakan melainkan ditunjang dengan pelajaran dan arahan yang baik dari guru, orang tua, maupu pemerintah setempat.

Kegiatan Kelas Inspirasi waktu itu, bukannya hanya kami yang memberikan inspirasi ke adik-adik di Bajawa, tapi kami relawan sendiri yang mendapatkan inspirasi dari adik-adik dan warga daerah Jerebuu yang menyambut kami dengan sukacita dan hangat. Saya sendiri rasanya seperti pulang kembali ke "rumah", saya merasakan kembali gimana hangatnya senyum orang-orang yang menerima saya, walaupun rupa saya tidak sama seperti mereka, warna kulit saya beda, ukuran mata juga beda, tapi mama yang punya rumah terima saya seperti keluarganya. Kami diberi makan enak seperti pesta, disambut dengan tarian dan nyanyian. Walaupun tidur di atas tikar dalam rumah adat tapi rasanya senang apalagi bersebelahan dengan teman-teman baru yang juga tidak kalah menyenangkan. Pokoknya pengalaman yang sangat berharga buat saya dan pastinya wajib saya ceritakan untuk teman-teman semua.

Gimana? Sudah mulai agak penasaran kan dengan kegiatan ini? Boleh banget kok difollow akun mereka di instagram. Ada banyak kelas-kelas inspirasi per-daerah, jadi bisa disesuaikan dengan domisili kamu. Tapi gak ada salahnya untuk sekali-sekali mencoba ikut di Kelas Inspirasi yang jauh-jauh, misalnya ke daerah-daerah perifer. Menurut saya akan lebih banyak yang kamu dapat, selain bisa jalan-jalan melihat keindahan alam Indonesia, kamu bisa belajar adat istiadat dan budaya setempat, dan menikmati begitu beragamnya negara kita ini. Pokoknya dijamin puas dan kepingin lagi.

Jadi teringat moto acara kami hari itu: Mimpi, percaya, buat itu jadi nyata! Ayo ayo bangun, sudah siang.