Sunday, October 19, 2014

My little inspiration

Hari ini gue diajak momon ikut seminar dengan pembicara Pak Andy F. Noya yang bertempat di gerejanya momon. Judul seminarnya adalah "Inspirated to be an Inspiration". Berhubung pembicaranya sangat sangat sangat sangat ingin saya dengar secara langsung kata-katanya, maka gue pun semangat ikut. Pak Andy kebanyakan sharing mengenai dirinya dan juga karir yang ditekuninya selama ini. Bagaimana ia yang bahkan tidak punya gelar sarjana mampu menapaki karir jurnalistiknya, dari mulai wartawan sampai menjadi pemimpin redaksi. Dan...bagaimana setelah ia merasa aman dan nyaman pada posisi tersebut, ia kemudian memutuskan berhenti. Memulai segala sesuatunya dari awal, mencoba sesuatu yang baru, dengan memandu suatu acara, yakni Kick Andy. Di awal seminar, ia mengajukan sebuah pertanyaan menarik sebagai berikut: "Jika Anda meninggal nanti, Anda ingin dikenang sebagai orang yang seperti apa?" Jujur, jawaban yang terlintas dalam pikiran gue saat itu adalah: "Gue pingin dikenang sebagai orang yang selalu ceria walau dalam keadaan susah." Berangkat dari pertanyaan ini kemudian Pak Andi mulai memflash back kehidupan masa kecilnya yang benar-benar sulit. Mulai dari menumpang tidur di garasi orang, merantau ke Papua untuk ikut dengan ayahnya, tidur di bedeng beralaskan tanah dan lain sebagainya. Ia pun menceritakan bagaimana perjalanannya sampai akhirnya dari seorang anak lulusan STM hingga dapat masuk di sekolah jurnalistik, yang pada akhirnya pun harus terhenti di tengah jalan karena masalah biaya. Dengan kemampuannya menulis yang sudah ia lakukan semenjak SD, tanpa berbekal gelar sarjana, ia berhasil masuk ke salah satu media massa dengan bekal surat rekomendasi. Karena memang passionnya adalah menulis, maka menjadi wartawan adalah pekerjaan yang baginya menyenangkan, semakin banyak ia bekerja semakin ia memperoleh apa yang kita sebut sebagai "kebahagiaan". Berkat kerja kerasnya, posisi pimpinan pun ia capai. Bahkan berulang kali di berbagai media massa berbeda. Namun, pada satu titik, dimana sudah terasa tiada lagi tantangan dalam pekerjaannya, ia berhenti dan merintis program TV Kick Andy. Sekarang program ini sudah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia bercerita bagaimana orang-orang yang hampir bunuh diri, membatalkan niatnya setelah menonton Kick Andy. Selain itu pula melalui Kick Andy Foundation, beliau telah menjangkau ribuan orang secara langsung dengan program-program seperti: pemberian kaki palsu gratis, book for the blinds, gerakan sejuta bola, pembagian sepatu gratis bagi anak sekolah, dan lain sebagainya. Suatu hal yang dapat mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik. 

Pak Andy berkata betapa pentingnya kita mengetahui apa passion kita. Karena apabila kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai, maka kesuksesan itu pasti akan kita raih. Bagi seseorang yang sudah bekerja dan merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang ditekuninya sekarang, jangan takut untuk keluar dari comfort zone tersebut. Seorang muda yang sukses dalam bukunya berkata bahwa suatu waktu kita harus berhenti, untuk mundur satu dua langkah agar kemudian bisa meningkat pesat. Satu lagi yang saya rasa penting dari kata-kata beliau adalah "Lebih baik kita melangkah, walaupun kecil, ketimbang kita terus bermimpi besar, namun tak sekalipun pernah melangkah." Setelah segala hal yang kita kerjakan selama ini, lihat kembali kehidupan kita, sebenarnya apa sih yang mau kita tuju? Sebenarnya apa sih makna hidup yang selama ini kita jalani? Dan kembali lagi pada pertanyaan di awal seminar "Kita mau dikenang sebagai orang yang seperti apa setelah kita meninggal nanti?"

Dan....gue mau bercerita sedikit tentang inspirasi kecil gue akhir-akhir ini. Yah gak salah lagi, seorang anak kecil, murid yang kelasnya gue assist baru-baru ini. Kalian harus liat saat dia makan, selalu dia habiskan sampai bersih, gak tersisa satu butir nasi pun, padahal anak-anak lainnya memasang tampang memelas dan berkata "I'm full." Sementara anak ini selalu berusaha menghabiskan makanannya sebagai wujud dia menghormati para petani yang menanamnya (ajaran Buddhis dari nyokapnya). Satu hal yang bikin gue nyess banget itu pas kemarinan kami fieldtrip ke ecofarm, saat di penghujung acara kami mau jalan balik ke saung. Tiba-tiba dia noel kakak pembimbing yang ada di sebelahnya kemudian berkata "Terima kasih ya Kakak" sambil kemudian memberi hormat membungkuk. Astaga, saya salut sama anak ini, bagaimana di umurnya yang baru 4 tahun bisa mengerti bagaimana cara menghargai orang lain. Saya harus belajar banyak. 

Sunday, October 12, 2014

Barang-Barang DIY

Hampir semua cewe kayaknya suka dengan hal-hal berbau DIY (bukan Daerah Istimewa Yogyakarta melainkan Do It Yourself). Terutama yang mudah murah dan jadinya indah hahahaha. Gak terkecuali gue. Gue juga suka kalau punya barang yang gak perlu beli dengan harga mahal. Walaupun bikinnya butuh perjuangan tapi pas jadi dan bisa dipakai, rasanya senang bukan main. Soo....silahkan lihat apa saja barang-barang DIY yang belum lama ini gue bikin. Baca selengkapnya :)

Tuesday, September 23, 2014

percakapan bocah

Mengajar di tk itu terasa sangat menyenangkan.
What i love the most, ngajak ngobrol anak tk. Jawabannya gak pernah terduga. Hari ini gue mau share beberapa obrolan

G: wah, M you cannot use that kind of shoes to school (she was wearing crocs "caterpillar"). You usually wear flat shoes right? Where is that shoes?
M: kalau pake sepatu yang itu nanti takut bosen (muka datar)
G: bahahhahaha *ngakak. Yah better use that flat shoes yah. If you wear this shoes, the principal will get angry with you.
M: miss, kalau pake high heels boleh? *ekspresi datar
G: bahahahhahahahaha *gue mules

G: A, your shoes are on wrong feet
A: kan sama-sama sepatu miss
Krik krik krik

J: miss, kokoku dah mati
G: *bulu kuduk berdiri. Hah? J kamu punya koko lagi? Koko yang mana?
J: iya kokoku udah mati
G: umur berapa matinya? Pas di kelas berapa? *sambil gye berlutut untuk lebih bisa mendengar cerita dia tanda gue berempati
J: itu loh miss kungkungku yang dulu. Sekarang uda mati
G:*yaelah salah denger


Yah itu sekilas percakapan kami sehari-hari. Gue melayani mendengar segala macem cerita mereka, mulai dari trntang cece yang suka marahin mereka, anjing di rumah yang udah mati, jalan2 ke jepang, soal mainan di rumah kungkung,dan masih banyak lagi. Menyenangkan melihat anak kecil yang senang berbicara dengan senang.

Sunday, September 7, 2014

sekilas pendapat

Teringat sekejap tadi mengenai curhatan temen. Alasan sebuah pasangan putus.
"Kamu bisa dapet yang lebih baik dari aku. Kamu pasti lebih bahagia sama orang lain"

Nah ini lagi alasan mengakhiri suatu hubungan yang agak stupid.

Pertama, orang nyari pasangan buat temen hidup, bukan ajang kompetisi.
Saya rasa hubungan itu adalah perihal bersama dengan orang yang baik dan bersama-sama memperbaiki kekurangan, sehingga sama-sama bisa menjadi lebih baik.bukannya selalu gak puas dan ingin cari yang lebih baik. Lo pikir milih pasangan macem beli pembalut? Klo ada model baru yang lebih baik lo dengan mudah beralih.

Kedua, ngapain lo pacaran kalau ujungnya lo mau pasangan lo bahagia sama orang lain? Mending lo jadi mak comblangnya dia aja deh. Karena seharusnya itu tugas lo ngebahagiain pasangan lo, bukan tugas orang lain, dasar kurang pandai kadang-kadang.

Ada-ada aja.

Friday, September 5, 2014

Friday, August 29, 2014

selingan malam

Hai, sudah mau akhir bulan Agustus. Masih semangat kawan? Kipas lagi apinya supaya semakin besar. Tahun 2014 masih ada 4 bulan lagi. Masih banyak perubahan yang bisa dilakukan, masih banyak tempat baru yang bisa kamu lihat, masih banyak orang baru yang bisa kamu temui, masih banyak hal baru yang bisa kamu coba lakukan selagi masih punya waktu. Hari ini hari Jumat, setelah kembali ke rutinitas senin-jumat, libur di sabtu minggu tuh bener bener berharga deh. Walaupun mungkin cuman tinggal di rumah, tetep aja ada hal-hal iseng yang bisa dilakukan. Trus gak berasa uda senin lagi. Sekarang sih gak sedih yah klo udah mau senin lagi. Bahkan kadang2 kangen denger suara anak-anak itu. memang yah ketika kita melakukan apa yang kita suka tuh rasanya waktu cepet banget berlalunya. Sudah mulai nyaman, tapi apa boleh dikata yah, ini cuman persinggahan sementara, ada tujuan sebenarnya yang harus dicapai. Yoo kita semangat. Karena gak nonton live wawancara pak ahok di sarah sechan, gue nonton dari youtube aja. Makasih buat yang uda ngerekam dan nguploadnya. Sekarang harusnya orang2 gak bingung lagi siapa itu Pak Basuki yah. Nonton videonya di sini


Dan salah satu jawaban beliau dalam wawancara tersebut ketika ditanya mengenai hal mendidik anak adalah
"Anak itu yang penting dia tahu siapa dirinya, siapa Tuhan, hubungan dengan Tuhan. Saya kira selebihnya urusan dia" Yang kemudian ditanggapi dengan komentar mbak Sarah: Menghargai dia sebagai manusia. 

Yah teman, saya ini juga seorang anak, tapi gak selamanya mau dianggap sebagai anak2. Saya punya tujuan dan cita2 hidup sendiri. Sekarang uda bukan waktunya ngimpi setiap waktu, sekarang itu waktunya sedikit demi sedikit menyatakan mimpi2 kita. Bikin orang tua kita bangga.

Sunday, August 17, 2014

Bebas Merdeka

Dirgahayu RI ke-69! Jum'at lalu kami ngadain lomba 17an di sekolah. Yah bocah-bocah ini pesertanya. Berbagai lomba macem mindahin bendera, makan kerupuk, mecahin balon, masang jepitan, kedengerannya simple yah. Tapi, coba taruhlah anak-anak di sana, yang ada adalah ketawa men ketawa! Super duper lucunya gak nahan. Lihat mereka antusias, kami yang gede-gede pun jadi ikutan semangat.